Blog

May 24, 2017

MENGENAL PRIBADI MUSLIM DALAM AL-QURAN

Al-Quran adalah kalam Allah yang agung, diturunkan kepada umat manusia untuk menolong mereka dari belenggu kegelapan (jahiliyah) menuju cahaya kesalamatan (Islam), Al-Quran adalah jalan yang lurus, undang-undang yang paling moderat dan absah, sumber segala kebahagiaan, risalah Allah yang abadi, mukjizat Allah yang kekal, rahmat Allah yang paling luas, di dalamnya terkandung hikmah-hikmah kehidupan yang begitu bijaksana dan nikmat Allah yang luar biasa. Al-Quran adalah inti syariah, tiang agama, kitab panutan umat, cahaya kearifan.

Al-Quran adalah jalan yang mampu mengantarkan umat manusia pada Tuhan semesta alam (Allah), kendaraan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Al-Quran adalah hujah Rasulullah saw. yang tak terbantahkan, kitab pedoman Islam yang paling komplit, meliputi; akidah, ibadah, hukum, sastra (linguistik), akhlak, etika dan moral, kisah-kisah (al-qisasu), peringatan, ilmu pengetahuan (al-Ayat al-Kauniyah), berita (al-anba’), petunjuk, dan dalil kebenaran Islam. Al-Quran adalah cahaya pencerahan, Al-Quran bak telaga bagi yang haus hidayah dan kasih sayang-Nya, Al-Quran adalah pusat segala kebajikan, yang tidak pernah kering sepanjang masa.

Al-Quran adalah kitab istimewa, satu-satunya kitab yang mampu memberi pertolongan kelak di hari kiamat bagi yang membaca dan mempelajarinya, dalam satu Hadits dikatakan, “Bacalah Al-Quran, sesungguhnya dia akan datang di hari kiamat memberi pertolongan kepada orang yang berpegang teguh kepadanya”.

Al-Quran adalah kitab multidimensi, selain berposisi sebagai petunjuk bagi umat manusia dan memberi pertolongan (syafaat) kelak di hari kiamat, Al-Quran juga berfungsi sebagai obat (syifa’) bagi segala macam penyakit, baik penyakit luar (dhahir) atau dalam (bathin). Dalam satu ayat disebutkan, “Aku turunkan Al-Quran sebagai obat dan kasih sayang bagi orang-orang yang beriman”, dalam ayat lain juga disebutkan, “ingatlah, dengan menyebut nama Allah hati akan tenang”. Hal demikian dapat kita saksikan dalam kehidupan nyata, di mana dewasa ini, banyak orang yang memilih menyembuhkan penyakitnya melalui pengobatan alternatif, yaitu peraktek ruqqiyah (living Al-Quran), yang sebenarnya peraktek pengobatan tersebut  ada sejak masa Rasulullah dan sahabatnya, tapi sampai saat ini masih relevan. Al-Quran adalah pangkal ibadah, mengamalkannya adalah ibadah, mempelajarinya termasuk ibadah, merenungi kandungannya berbuah ibadah, bahkan membacanya pun adalah ibadah, dalam satu Hadits disebutkan, “sebaik-baiknya kamu sekalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al-Quran”. Dalam riwayat lain juga disebutkan, “Barang siapa yang ingin berkomunikasi dengan Allah maka bacalah Al-Quran”. Kendatipun demikian, Al-Quran hanyalah Al-Quran, yang akan diam dan tidak berfungsi apa-apa, jika tidak dikaji, diteliti dan dipelajari secara saksama. Pertanyaannya sekarang, sebagai muslim, bagaimana seharusnya kita? Seperti apa kriteria muslim dalam Al-Quran?

Kehadiran buku ‘Oase Al-Quran Penyejuk Kehidupan’ karya Dr. K.H. Ahsin Sakho Muhammad adalah jawabannya. Beliau adalah salah satu ulama, hafiz sekaligus intelektual muslim yang mempunyai perhatian dan kepedulian lebih terhadap Al-Quran, keseharian hidupnya dihiasi dengan Al-Quran, mulai sejak kecil sampai sekarang. Selain aktif di berbagai Organisasi Tahfiz Al-Quran internasional, beliau juga sebagai Dosen di UIN Syarif Hidayatullah, sekretaris Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran kementerian Agama RI, pengasuh Pondok Pesantren Dar Al-Quran, dan Dewan penasehat di PP. Dar Al-Tauhid di Arjawinangun, Cirebon. (hlm.07-08).

Buku ini mengandung 100 oase qurani yang begitu dahsyat, menghimpun ayat-ayat Al-Quran pilihan yang menjelaskan karakter orang beriman yang sungguh menyejukkan hati, tak tampak kekerasan, yang ada hanyalah sifat manusia cerdas secara mental, sosial, moral, dan spiritual, dan saleh penuh etika. Pertama, sebagai muslim sepatutnya kita berkhidmat pada Al-Quran, yaitu mempelajari, memperhatikan dan mengamalkan ajaran-ajaran Al-Quran dengan niat tulus dan hati ikhlas, yang demikian membuat Allah senang, otomatis  Allah juga menyenangkan kita dengan cara Allah sendiri (hlm 09).

Mukmin yang ideal dalam buku ini, yaitu mereka ketika disebut nama Allah hatinya tergetar karena ingat kekuasaan-Nya, janji dan peringatan-Nya, ketika diperdengarkan ayat-ayat Allah keimanannya bertambah, memasrahkan hasil akhir dari satu pekerjaan dan keadaan hanya kepada Allah, melaksanakan shalat sesuai dengan ketentuannya, dan senang menginfakkan hartanya. Pada prinsipnya mukmin yang disenangi Allah yaitu mukmin yang suasana hatinya patuh kepada Allah, kemudian mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, mukmin yang demikian  yaitu mukmin yang selalu memberi kemanfaatan kepada orang lain. Allah sangat senang pada hal tersebut (hlm. 73-74).

Hal yang juga cukup memikat dalam buku ini, yaitu wasiat Al-Quran ternyata tidak melulu menitikberatkan pada aspek vertikal (Allah) saja, tetapi aspek horizontallah yang juga tidak kalah penting, seperti berkata santun, menakar dengan benar, menimbang dengan jujur, memberikan hak kerabat, bersikap sopan, dan lain-lain, sehingga baiknya keislaman seseorang tidak cukup hanya dengan ibadah mahdah (murni) saja, tetapi berupaya bagaimana ibadah tersebut membawa perubahan pada sikap kita, yaitu sikap peduli kepada orang lain, karena ibadah formal hanya untuk kemaslahatan diri sendiri, sementara ibadah sosial bermanfaat pada banyak orang. Inilah inti ajaran Islam yang sebenarnya, agama yang menebarkan kemanfaatan pada banyak orang (hlm. 41-42).

Kemudian ciri ibadurrahman yang di sampaikan dalam Al-Quran yaitu hamba Allah yang menegakkan keadilan secara totalitas, dengan menciptakan stabilitas di masyarakat, berlaku bijak, memaafkan yang salah dan membalas kebaikan dengan yang lebih baik lagi, menjunjung tinggi perdamaian, tidak suka permusuhan dan perpecahbelahan, selalu mengalah demi kebaikan. Tetapi punya prinsip dalam memegang kebenaran, kecerdasan spiritual dan emosianalnya terasah, yang demikianlah prototipe muslim yang dibanggakan Allah (hlm. 45).

Buku ini adalah buku wajib bacaan umat Islam, sangat luar biasa, menarik, melalui buku ini pesan Al-Quran sangat mempesona, begitu dekat dan akrab, sangat gamblang, hati selalu terenyuh untuk selalu mengulang dan membacanya lagi dan lagi, benar-benar menyejukkan. Selamat memiliki!

 

Judul: Oase Al-Quran Penyejuk Kehidupan

Pengarang: Dr. K.H. Ahsin Sakho Muhammad

Tebal: 268 hlm

Penerbit: Qaf Media Kreativa

Cetakan: Cetakan I, 2017

ISBN: 978-602-60244-0-4

Peresensi: Imam Fauroni*

 

 

*Alumni PP Annuqayah Lubtara dan INSTIKA Guluk-guluk Sumenep

Aktif di Komunitas Sufi Muda Pesantren

Kupas, Resensi ,
About Qaf Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.