Rp 95,000 Rp 76,000

Judul FIQIH KONTEMPORER (Buku 2)
Tuntas Menjawab 111 Persoalan Umat Terkini
Penulis Prof. Dr. K.H. Ahmad Zahro, M.A.
ISBN 978-602-71435-3-1
Dimensi 15 × 23 cm
Halaman 456/SC/Bookpaper

Bagaimana shalat jumatnya satpam atau pekerja lain yang kena shift?
Bagaimana hukum berumrah tanpa izin suami?
Bagaimana hukum kurban secara on-line?
Mengapa di Indonesia sering berbeda awal dan akhir Ramadhan?
Bisakah koruptor dihukumi kafir?
Apa hukumnya  sedekah politis?
Dan ada 100 lebih pertanyaan aktual lainnya.

* * * *

Melanjutkan Fiqih Kontemporer 1 yang disambut hangat dan meriah oleh pembaca Tanah Air, kami persembahkan Fiqih Kontemporer 2. Buku ini disusun sebagai jawaban atas berbagai permasalahan terkini yang banyak ditanyakan oleh masyarakat dalam berbagai kesempatan diskusi dan pengajian yang diasuh sang penulis.

Jawaban atas 111 pertanyaan mutakhir ini disusun dalam enam bagian: (i) ubûdiyyah/peribadatan, (ii) munâkahat/pernikahan, (iii) ‘â’iliyyah/kerumahtanggaan, (iv) mu‘âmalah/transaksi sosial-ekonomi, (v) ijtimâ‘iyyah/kemasyarakatan, (vi) shihhiyyah/kesehatan, (vii) aqîdah/kepercayaan, dan (viii) siyâsah/politik.

Dengan mengusung slogan Islam Itu Mudah, ulasannya disajikan dalam bahasa sederhana dan mudah dipahami oleh semua kalangan. Dilengkapi pula dengan rujukan hukum berlandaskan al-Qur’an, Hadis, dan Kaidah Fiqih dengan metode Istinbath Manhaji (penyimpulan status hukum secara sistematis-metodologis). Selain cocok dijadikan rujukan ilmu dan amal setiap muslim, juga layak jadi bekal dakwah kontemporer. Penting, relevan, dan mumpuni.

Selamat memantapkan hati dalam meneguhi hukum Islam sesuai dengan masa kehidupan sekarang.

Daftar Isi Buku

Pengantar

Bagian Pertama: ‘IBÂDAH (Masalah Ritual Keagamaan)
1. Bagaimana hukum mandi besar dengan air hangat?
2. Siapakah yang paling berhak menjadi imam shalat?
3. Bagaimana hukum mengqadha shalat bagi yang pingsan atau koma?
4. Bagaimana hukum membatalkan shalat agar bisa berjamaah?
5. Bagaimana hukum menjamak shalat karena banjir?
6. Bagaimana hukum mewakilkan shalat istikharah?
7. Bagaimana hukum shalat sunnah ada yang makmum?
8. Bagaimana hukumnya shalat sambil membawa mushaf Al-Qur’an?
9. Benarkah shalat Jumat sebagai pengganti shalat zuhur?
10. Bagaimana shalat Jumatnya satpam yang kena shift?
11. Bagaimana hukum azan dua kali dan tongkat khatib dalam shalat Jumat?
12. Bagaimana hukum qunut subuh dan zikir bersama sesudah shalat berjamaah?
13. Bagaimana hukum niat puasa Ramadan sebulan penuh?
14. Bagaimana hukum puasa untuk hajat tertentu?
15. Bagaimana hukumnya orang sakit maag akut tapi nekat berpuasa?
16. Bagaimana hukum puasa Ramadan lupa mandi besar?
17. Bagaimana hukum mengqadha puasa bagi yang sudah meninggal?
18. Bagaimana qadha puasa bagi wanita hamil dan/atau menyusui?
19. Bagaimana hukum mendahulukan puasa sunnah daripada puasa qadha Ramadan?
20. Bagaimana puasanya orang sakit, pekerja berat, dan olahragawan?
21. Iktikaf, haruskah di masjid?
22. Adakah amalan pengganti iktikaf bagi yang berhalangan?
23. Bagaimana cara mendapatkan Lailatul Qadr bagi perempuan haid?
24. Bagaimana hukum mencicipi masakan saat berpuasa?
25. Bagaimana hukum donor dan cek gula darah dalam keadaan berpuasa?
26. Bagaimana hukum berkumur dan sikat gigi waktu puasa?
27. Bagaimana hukumnya wanita berpuasa memakai pakaian mini?
28. Bagaimana hukum menonton tayangan erotis pada siang Ramadan?
29. Benarkah puasa itu dapat memperkukuh kesabaran?
30. Berapa kadar zakat fitrah, zakat profesi, dan bolehkah zakat dikirim ke daerah lain?
31. Bagaimana hukum zakat fitrah bagi orang yang meninggal pada bulan Ramadan?
32. Apa hukum dan di mana tempat shalat Idul Fitri?
33. Bagaimana hukum haji dengan kartu kredit?
34. Bagaimana hukum badal dan hadiah pahala umrah?
35. Bagaimana hukum menunda haji karena kesibukan?
36. Bagaimana hukum memberikan daging kurban pada orang yang tidak miskin dan nonmuslim?
37. Bagaimana hukum penggunaan mesin penyembelihan hewan?
38. Bagaimana hukum kurban secara online?
39. Bagaimana hukum kurban urunan di sekolah?
40. Bagaimana hukum pengalengan daging kurban?
41. Bagaimana hukum kurban dengan menyerahkan uang?
42. Bagaimana hukum akikah untuk diri sendiri?
43. Bagaimana hukum mualaf dimakamkan secara non-islami?
44. Bagaimana hukum menshalati jenazah koruptor?
45. Bagaimana cara menguburkan jenazah dalam keadaan tidak utuh?
46. Apa hukum membaca Shalawat Nariyyah?
47. Bagaimana bersedekah atas nama almarhum orangtua?

Bagian Dua: MUNÂKAHÂT (Masalah Pernikahan dan Perkawinan)
48. Bagaimana hukum memilih suami yang sekufu?
49. Bagaimana hukum menikah tanpa wali dan/atau tanpa saksi?
50. Bagaimana hukum menikah dengan status bohong?
51. Bagaimana hukum akad nikah dua kali?
52. Bagaimana hukum menyembunyikan pernikahan karena takut fitnah?
53. Bagaimana hukum menggugat cerai suami karena suami tidak kerja?
54. Bagaimana cara cerai karena nikah siri?
55. Bagaimana hukum gugat cerai dalam keadaan hamil?
56. Bagaimana hukum talak lewat SMS?
57. Bagaimana hukum menjatuhkan talak saat istri hamil?
58. Bagaimana hukum orangtua menyuruh anaknya bercerai?
59. Bagaimana iddah wanita yang sudah tidak haid lagi (menopause)?

Bagian Tiga: ‘Â’ILIYYAH (Masalah Keluarga dan Rumah Tangga)
60. Bagaimana hukum menunda haid demi suami?
61. Bagaimana hukum pergi umrah tanpa seizin suami?
62. Bagaimana hukum istri mengeluarkan zakat tanpa seizin suami?
63. Bagaimana hukum wasiat agar istri menikah lagi dengan pria pilihan suami?
64. Bagaimana hukum suami memaksa istri menggugurkan kandungan karena alasan ekonomi?
65. Bagaimana hukum istri membantu orangtua tanpa izin suami yang pelit?
66. Bagaimana hukum menyembunyikan perzinaan di masa lalu?
67. Bagaimana hukum membayangkan orang lain saat hubungan suami-istri?
68. Bagaimana hukum Facebook-an dalam masa iddah?
69. Bagaimana hukum warisan bagi anak yang murtad?
70. Bagaimana hukum meminta kembali harta wakaf?

Bagian Empat: IJITIM‘IYYAH (Masalah Hubungan Kemasyarakatan)
71. Bagaimana hukum menutup jalan umum untuk hajatan?
72. Bagaimana kalau ada hari raya yang berbeda, yang benar ikut yang mana?
73. Adakah solusi agar umat Islam kompak dalam berhari raya?
74. Bagaimana hukum mengajak anak kecil ke masjid?
75. Bagaimana hukum merahasiakan status mualaf?
76. Bagaimana hukum menghormati orang yang berpuasa?
77. Bagaimana hukum membagi sedekah atau menggalang dana di jalanan?
78. Bagaimana hukum artis nonmuslim dalam sinetron religi Islam?
79. Mengapa di Indonesia sering beda awal dan akhir Ramadan?
80. Bagaimana hukum beribadah yang menimbulkan gangguan?
81. Bagaimana hukum membangun masjid baru dalam satu lingkungan?
82. Bagaimana hukumnya bedug, kenthongan, dan pujian?
83. Bagaimana hukum menambahkan nama suami di belakang nama istri?

Bagian Lima: MU‘ÂMALAH (Masalah Transaksi Sosial-Ekonomi)
84. Bagaimana hukum jual beli air susu ibu?
85. Bagaimana hukum jual-beli organ tubuh?
86. Bagaimana hukum SMS berantai?
87. Bagaimana hukum transaksi jual-beli di masjid?
88. Bagaimana hukum trading forex valas?

Bagian Enam: SHIHHIYYAH (Masalah Kesehatan dan Kecantikan)
89. Bagaimana hukum operasi payudara untuk kesehatan dan kecantikan?
90. Bagaimana hukum vaksin/obat yang diproses dengan katalisator enzim babi?
91. Bagaimana hukum terapi kecantikan metode plasma darah?
92. Bagaimana hukum sulam bibir dan alis?
93. Bagaimana hukum melakukan v-spa (vagina solus per aqua)?
94. Bagamana hukum kebiri bagi pelaku pedofilia?
95. Bagaimana hukum lotus birth?
96. Bagaimana hukum membuat dan membuang tato?

Bagian Tujuh: ‘AQÎDAH (Masalah Kepercayaan dan Keyakinan)
97. Bagaimana hukum menghadiri halal bihalal di gereja?
98. Bagaimana hukum menghadiri pernikahan di gereja?
99. Bagaimana hukum talkin dan ngaji untuk mayit?
100. Bagaimana hukum “membangun” makam, ziarah kubur bagi perempuan, dan benarkah yang di dalam kubur bisa melihat yang hidup?
101. Apakah manfaat Lailatul Qadr pada era globalisasi ini?
102. Benarkah setan dibelenggu pada bulan Ramadan?
103. Bisakah koruptor dihukumi kafir?
104. Bagaimana hukum menunaikan sumpah/nazar?
105. Bagaimana hukum memercayai pensil pintar dari orang pintar untuk ujian nasional?
106. Bagaimana hukum ruwatan untuk menolak balak?

Bagian Delapan: SIYÂSAH (Masalah Sosial Politik Keumatan)
107. Mungkinkah Muhammadiyah-NU kompromi demi ukhuwwah?
108. Benarkah bangsa Indonesia itu paling bahagia di dunia?
109. Mungkinkah komunisme bangkit lagi?
110. Bagaimana hukum memilih pemimpin nonmuslim?
111. Bagaimana hukum sedekah politis?

Profil Penulis
Indeks Kaidah Fiqih
Indeks

Informasi Tambahan

Berat 470 g
Dimensi 23 × 15 × 2.6 cm

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Fiqih Kontemporer (Buku 2)”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *