Rp 85.000

Pesan Lewat WhatsApp

Judul                        : Ilmu Al-Qur’an

Penulis                     : Dr. Ahsin Sakho Muhammad

ISBN                         : 978-6236-2194-16

Dimensi                   :13 x 20,5cm

Halaman                 : 424 hlm/SC/Bookpaper

Bulan Terbit            : Oktober 2022

Harga                       : Rp 100.000

Sinopsis

Al-Qur’an itu ibarat berlian yang mempunyai banyak sisi. Jika dipandang dari satu sisi, ia akan menampakkan keindahan tersendiri. Dilihat dari sisi yang lain, akan tampak keindahan yang lain. Berlian itu sendiri selalu berkerlipan sepanjang zaman. Untuk bisa menangkap keindahan nilai-nilai Al-Qur’an itu, para ulama menawarkan Ulumul Qur’an.

Al-Qur’an dapat dilihat dalam tiga dimensi: pertama, pembacaan teks; kedua, penulisan teks; ketiga, pemahaman teks.

Dimensi pertama dipelopori ulama qiraat. Mereka paling berjasa dalam menjaga keutuhan teks dari segi cara membacanya. Semua cara membaca teks Al-Qur’an telah mereka tulis dengan detail disertai para perawinya.

Dimensi kedua diprakarsai ulama rasm yang sangat berjasa dalam meneliti ciri-ciri khas rasm yang telah dibubuhkan para penulis mushaf masa Usman bin Affan. Telah banyak kitab yang ditulis tentang Ilmu Rasm Usmani sejak abad pertama sampai sekarang.

Dimensi ketiga digeluti ulama ahli tafsir yang telah melakukan segala upaya untuk memahami teks-teks Al-Qur’an. Kitab-kitab karya mereka telah bertebaran dalam berbagai metode, corak, dan aliran.


Daftar Isi Buku

Mengenal Penulis—5

Pengantar Penulis—7

Ulumul Qur’an—19

  • Mengapa Kita Perlu Belajar Ulumul

Qur’an?—19

  • Apa Ulumul Qur’an itu?—20
  • Apa Saja Mata Kuliah Ulumul Qur’an yang

Penting Dipelajari?—23

  • Apa Saja Referensi yang Penting untuk

Dirujuk?—24

Ilmu Qira’at—27

  • Mengapa Mesti Ada Beragam Bacaan/

Qira’at?—27

  • Mengapa Kita Perlu Mempelajari Ilmu

Qira’at?—31

  • Apa Ilmu Qira’at itu dan Apa Saja Ruang

Lingkupnya?—33

  • Apa Hubungan Antara Ilmu Qira’at dan Tafsir?—36
  • Bagaimana Jejak Lahir dan Sejarah Pembentukan Ilmu Qira’at?—44
  • Bagaimana Perkembangan Ilmu Qira’at pada Masa Kini?—62Imam Syatibi dan Syâthibiyyah—65
  • Bagaimana Kedudukan Imam Syatibi dan Syâthibiyyah dalam Ilmu Qira’at?—65
  • Siapa Imam Syatibi itu?—66
  • Apa Saja Karya-Karya Imam Syatibi?—69
  • Apa Syâthibiyyah itu dan Mengapa Dinamai Demikian?—70
  • Kapan Syâthibiyyah Ditulis?—72
  • Bagaimana Metodologi Syâthibiyyah dan Sistematika Pembahasannya?—73
  • Apa Isi Pembahasan Syâthibiyyah Secara Teperinci?—78
  • Bagaimana Periwayatan dalam Syâthibiyyah?—82
  • Apa Perbedaan Thariq Syathibiyyah dan Thariq Thayyibah?—84
  • Siapa Saja yang Memberi Ulasan/Syarah terhadap Kitab Syâthibiyyah?—87
  • Bagaimana Relevansi Syâthibiyyah untuk Generasi Masa Kini?—89
  • Siapa Saja Sepuluh Imam Qira’at dan Para Perawinya?—92

Qira’at ‘Ashim Riwayat Hafsh —92

  • Siapa dan Bagaimana Riwayat Hidup Imam Hafsh?—93
  • Bagaimana Sanad Bacaan Hafsh?—95
  • Bagaimana Penyebaran Qira’at di Negeri-Negeri Islam?—96
  • Apa Latar Belakang Penyebaran Qira’at di Dunia Islam?—97
  • Bagaimana Riwayat Hafsh Akhirnya Tersebar Luas?—100Masa Depan Ilmu Qira’at di Indonesia—109
  • Kapan Ilmu Qira’at Berkembang di Indonesia?—109
  • Bagaimana Prospek Ilmu Qira’at di Indonesia ke Depan?—111
  • Bagaimana Sejarah Penulisan Al-Qur’an?—114Menuliskan Al-Qur’an—114
  • Apa Saja Perubahan Penulisan Mushaf Setelah Masa Usman bin Affan?—122
  • Apa Arti Rasm?—134Ilmu Rasm Usmani—134
  • Dari Mana Asal-Usul Khat Arab?—135
  • Apa yang Dimaksud dengan Ilmu Rasm Usmani?—138
  • Apa Saja Kaidah dalam Rasm Usmani?—140
  • Kaidah-Kaidah dalam Rasm Usmani—140
  • Siapa Saja Penulis Ilmu Rasm Usmani?—152
  • Bolehkah Menulis Mushaf dengan Bukan Rasm Usmani?—162
  • Bagaimana Sejarah Penyusunan Mushaf Standar Indonesia?—168Mushaf Standar Indonesia—168
  • Apa Kebijakan Pemerintah Indonesia dalam Penerbitan Mushaf?—174
  • Apa yang Tidak Termasuk Rasm Usmani dalam Mushaf?—177Menerjemahkan Al-Qur’an—179
  • Mengapa Perlu Terjemahan Al-Qur’an?—179
  • Apa Problem dalam Penerjemahan Al-Qur’an?—181
  • Apa Bedanya Tarjamah Harfiyyah dan Tarjamah Tafsiriyyah?—183
  • Bagaimana Sejarah Terjemahan Al-Qur’an di Indonesia?—186
  • Apa yang Dimaksud dengan Tarjamah Tafsiriyyah/Ma‘nawiyyah?—189
  • Bagaimana dengan Tafsir Ijmali?—191
  • Apa Bedanya Al-Qur’an dan Tafsir Al-Qur’an?—194Menafsirkan Al-Qur’an—194
  • Mengapa Kita Membutuhkan Tafsir?—197
  • Kapan Penafsiran Al-Qur’an Dimulai dan Bagaimana Sejarah Perkembangannya?—200
  • Apa Saja Sumber Penafsiran yang Memadai?—202
  • Apa Saja Metode Penulisan Tafsir Al-Qur’an?—213
  • Apa Tantangan Tafsir pada Masa Kini?—215
  • Apa Tafsir bil Ma’tsur itu?—222Tafsir bil Ma’tsur dan Relevansinya—222
  • Bagaimana Langkah-Langkah Tafsir bil Ma’tsur?—223
  • Sejauh Mana Relevansi Tafsir bil Ma’tsur untuk Masa Sekarang?—231
  • Apa Tafsir Isyari itu?—234Tafsir Isyari dan Tafsir al-Jailani—234
  • Apa Pandangan Ulama tentang Tafsir Isyari?—236
  • Bagaimana dengan Kehadiran Tafsîr al-Jailânî?—238
  • Bagaimana Metode Penulisan Tafsîr al-Jailânî?—240
  • Apa Bedanya Ayat Qur’aniyah dan Ayat Kauniyah?—246Tafsir Ilmi atas Ayat Kauniyah—246
  • Berapa Jumlah Ayat Kauniyah dan Bagaimana Klasifikasinya?—248
  • Apakah Tafsir Ayat Kauniyah Sudah Ada pada Masa Nabi dan Sahabat?—249
  • Bagaimana Pandangan Ulama terhadap Tafsir Ilmi?—252
  • Apa Signifikansi Tafsir Ilmi?—256
  • Apa Perbedaan antara Hakikat Ilmiah, I‘jaz Ilmi, dan Tafsir Ilmi?—260
  • Apa Saja Contoh Tafsir Ilmi?—263
  • Masih Perlukah Dualisme Mufasir: Ulama dan Ilmuwan?—274
  • Bagaimana Tafsir Merespons Perubahan Zaman?—278Tafsir Hida’i Ringkas (Sebuah Tawaran)—278
  • Perlukah Kita Menawarkan Metodologi dan Corak Tafsir Baru untuk Zaman Kita?—281Kajian Tafsir di Pesantren—293
  • Apa Keistimewaan Kajian Kitab-Kitab Klasik?—295
  • Apa Saja Kitab Tafsir yang Diajarkan di Pesantren?—297
  • Sejauh Mana Relevansi Kajian Tafsir di Pesantren dengan Problem Kekinian?—302
  • Seperti Apa Metode Pengajaran Tafsir yang Diinginkan?—303Kajian Tafsir di Indonesia—307
  • Bagaimana Penafsiran Al-Qur’an di Indonesia?—307Melagukan Al-Qur’an (Tarannum)—319
  • Apa itu Tarannum?—319
  • Bolehkah Melagukan Bacaan Al-Qur’an?—321
  • Bagaimana Perkembangan Seni Membaca Al-Qur’an?—332
  • Apa Peran Tarannum dalam Pembaruan Dakwah Islam?—344Waqf dan Ibtida’—353
  • Mengapa Perlu Memperhatikan Waqf dan Ibtida’?—353
  • Mengapa Perlu Mempelajari Waqf dan Ibtida’?—355
  • Apa Kedudukan Ilmu Waqf dan Ibtida’ dalam Ulumul Qur’an?—358
  • Bagaimana Ijtihad Para Ulama dalam Pembagian Waqf?—359
  • Apa Saja Ijtihad Ulama dalam Memberi Tanda Waqf?—361
  • Apa Saja Kitab yang Mengulas Waqf dan Ibtida’?—362Fawâtihus Suwar—383
  • Apa Arti Fawâtihus Suwar itu?—383
  • Apa Saja Bentuk-Bentuk Ungkapan Fawâtihus Suwar?—384
  • Apa Rahasia dan Hikmah di Balik Sepuluh Bentuk Fawâtihus Suwar itu?—389
  • Apa Hikmah Penggunaan Huruf-Huruf Hijaiyah?—395
  • Kapan Penulisan Al-Qur’an dengan Huruf Braille?—406

Ulama Tunanetra Ahli Al-Qur’an—406

  • Siapa Saja Ulama Tunanetra Ahli Al-Qur’an?—411

Bahan Bacaan—423

Informasi Tambahan

Berat 320 g
Dimensi 205 × 13 × 2 cm