-15%

Rp 42.500

Judul Lisanul Hal
Kisah-Kisah Teladan dan Kearifan
Penulis K.H. Husein Muhammad
ISBN 978-602-5547-75-1
Dimensi 130 × 205 mm
Halaman 236/SC/Bookpaper

 

 

إن صلاح الرعية في حسن سيرة الملوك

Kebaikan rakyat adalah karena baiknya kepribadian pemimpinnya.

 

إن طباع الرعية نتيجة طباع الملوك

Kelakuan rakyat adalah akibat dari kelakuan para pemimpinnya.

 

الناس على دين ملوكهم

Manusia (rakyat) mengikuti kelakuan para pemimpinnya.

 

Kata-kata bijak di atas ingin menegaskan bahwa baik dan buruknya masyarakat, sejahtera atau tidaknya kehidupan sosial, sangat ditentukan oleh perilaku dan keteladanan para pemimpinnya. Jika pemimpinnya baik, jujur, rendah hati, egaliter, dan adil maka rakyatnya juga akan mengikutinya.

 

****

 

لسان الحال أفصح من لسان المقال

Bahasa perilaku lebih tajam dari bahasa lidah (kata-kata).

 

Karena setiap kita adalah pemimpin di lingkup masing-masing, buku ini membagi informasi tentang berbagai keteladanan yang sudah ditunjukkan para pemimpin dari beragam latar belakang lintas dunia dan lintas masa.

 

Keteladanan memiliki pengaruh yang besar dan sangat menentukan
bagi kemajuan dan kemunduran suatu bangsa.

Najib Mahfuzh, peraih nobel sastra dari Mesir

 

Pesan Lewat WhatsApp

Pengantar—5

  1. Cintalah yang Menaklukkannya—15
  2. Khadijah bint Khuwailid—19
  3. Nabi Tak Mundur Setapak pun —23
  4. Nabi Tak Menyalahkan Siapa pun—28
  5. Nabi Memuji Orang Nonmuslim—31
  6. Nabi Membebaskan dan Memaafkan—34
  7. Khalifah Umar dan Perempuan Miskin—39
  8. Pemimpin Bersahaja yang Melayani—42
  9. Mereka Saudara-Saudara Kita—45
  10. Khalifah dan Pendeta—47
  11. Janji Profesi—51
  12. Si Telanjang Kaki—53
  13. Khalifah Memecat Koruptor—57
  14. Gratifikasi Haram—60
  15. Permaisuri Rela Miskin—63
  16. Pemimpin Tuli yang Bijak—66
  17. Para Penjaga Bumi—68
  18. Penjaga Jalan Jadi Ulama Besar—70
  19. Tobat Sufi Pemimpin—73
  20. Dialog al-Baqillani—75
  21. Menulis Buku Sebagai Maskawin—77
  22. Belajar Etika Sebelum Ilmu—80
  23. Abu Hanifah vs Khawarij—83
  24. Yahudi Buta—87
  25. Orang-Orang Rakus—90
  26. Sahabat Sejati—92
  27. Sayyidah Nafisah dan Imam Syafi‘i—95
  28. Ulama itu Memberi—98
  29. Pemimpin Adalah Pelayan—100
  30. Pemimpin Sejati—102
  31. Tak Boleh Dibunuh—105
  32. Kematian Tak Bisa Ditunda—108
  33. Malaikat Maut dan Nabi Sulaiman—111
  34. Abdul Qadir al-Jilani dan Perampok—113
  35. Ketika Raja Membuat Kebijakan—115
  36. Siti Aisyah yang Maskulin—117
  37. Segenggam Garam—119
  38. Negara Adil dan Makmur—121
  39. Menulis 100.000 Hadis—125
  40. Imam Malik Jalan Kaki—128
  41. Para Ulama Juga Mencari Nafkah—130
  42. Khalifah dan Lalat—135
  43. Memperbaiki dengan Cara Bijak—137
  44. Penyelesaian yang Indah—139
  45. Abu Hanifah Menolak Jabatan—142
  46. Abu Hanifah Membela Perempuan—145
  47. Kejujuran Imam Abu Hanifah—150
  48. Ketat terhadap Diri, Lapang terhadap Orang

Lain—152

  1. Abu Hanifah Mencintai Ahlul Bait—155
  2. Hindun bint Utbah—157
  3. Imam al-Ghazali Dibegal—159
  4. Dua Master tentang Tuhan—162
  5. Jadilah Ahli, Bukan Pengumpul—164
  6. Laki-Laki Juga Menggoda—167
  7. Iman Ammar bin Yasir—170
  8. Al-Qunawi dan Maulana Rumi—173
  9. Ibnu ‘Arabi “Gila”—177
  10. Menulis 40 Lembar per Hari—180
  11. Stop Mencaci Maki Ali bin Abi Thalib—183
  12. Berdiskusi Menjelang Wafat—188
  13. Mihnah Abu Hanifah—191
  14. Imam Syafi‘i Sakit dan Wafat—194
  15. Dialog Raja Sulaiman dan Abu Hazim—198
  16. Dialog Al-Makmun dan Aristoteles—202
  17. Anak Gubernur dan Petani—206
  18. Pelacur dan Anjing—209
  19. Sibuk Menulis Sampai Lupa Makan—211
  20. Al-Nazzham—213
  21. Sukainah dan Perjajian Pra-Nikah—216
  22. Belajar dari Kuburan—221
  23. Imam Syafi‘i Membebaskan Muridnya

Berpikir—225

  1. Mencari Kepuasan—228
  2. Kritik Syams Tabrizi—231

Mengenal Penulis—233

Informasi Tambahan

Berat 180 g
Dimensi 19 × 13 × 1.3 cm