Ringkasan Bidayatul Mujtahid

Sale!

Rp 135,000 Rp 108,000

Judul Ringkasan Bidayatul Mujtahid
Penulis Ibnu Rusyd
Peringkas dan pengulas Dr. Jasser Auda
ISBN 978-602-5547-37-9
Dimensi 15 × 23 cm
Halaman 596/SC/Bookpaper
Bulan terbit Maret 2019

 

Fiqih adalah ilmu kehidupan. Sedikit-banyak, setiap muslim haruslah memiliki ilmu ini, karena dengannya kita tahu yang wajib dan yang haram, yang boleh dan yang terlarang, serta yang dianjurkan dan dimakruhkan.

Buku ini merupakan saripati Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid—sebuah kitab terpenting fiqih perbandingan. Kitab legendaris ini mengungkapkan berbagai permasalahan hukum Islam berikut dalilnya dan sikap para ulama yang berbeda-beda terhadap dalil tersebut. Bagaimana ulama hanafiyah, malikiyah, syafi‘iyyah, hanabilah, dan lainnya memahami suatu dalil hingga membuahkan hukum yang bisa jadi berbeda satu sama lain.  Bagaimana dan mengapa terjadi perbedaan pemahaman fiqih antarmazhab.

Demi memudahkan para pelajar dan orang kebanyakan, penulis meringkas kitab ini dalam bentuk tabel untuk setiap bab. Kolom-kolom dalam tabel berisi: permasalahan, dalil yang diperselisihkan, dalil nash yang dituturkan dalam kitab (dengan sebatas menyebut sebagian ayat atau kutipan hadis), kemudian sebab perbedaan pendapat menurut Ibnu Rusyd dan komentarnya jika ada. Ringkas dan dapat dipahami dengan lekas.

Categories: , Tags: , ,
Description

Description

Isi Buku

Persembahan

Pengantar Penulis Khulashah

Bab Wudhu

  • Hukum wudhu
  • Siapakah yang wajib berwudhu?
  • Kapankah wudhu wajib?
  • Apakah niat merupakan syarat?
  • Hukum membasuh tangan sebelum memasukkannya ke dalam wadah wudhu
  • Hukum berkumur dan istinsyaq
  • Apakah wajah itu?
  • Menyela-nyela jenggot
  • Memasukkan sikut [dalam anggota wudhu]
  • Kadar cukup pengusapan rambut kepala
  • Jumlah usapan atau basuhan
  • Gambaran mengusap kepala
  • Mengusap serban di kepala
  • Mengusap kedua telinga
  • Kedua kaki
  • Tertib (berurutan)
  • Apakah muwalah (berturut-turut) wajib?
  • Apakah basmalah termasuk rukun wudhu?
  • Mengusap kedua sepatu
  • Tempat usapan pada kedua sepatu
  • Mengusap kedua kaus kaki
  • Sepatu yang berlubang
  • Batasan waktu pengusapan sepatu
  • Apakah melepas sepatu membatalkan wudhu?
  • Hukum air yang bercampur dengan najis tapi tidak berubah
  • Hukum air bercampur za‘faran atau benda suci lain
  • Hukum air musta‘mal untuk bersuci
  • Hukum air sisa
  • Hukum wudhu dengan air sari kurma dalam perjalanan
  • Berwudhu karena berdarah, mimisan, pendarahan, berbekam, dan muntah
  • Apakah tidur termasuk hadats?
  • Apakah menyentuh perempuan termasuk hadats?
  • Menyentuh kemaluan
  • Berwudhu karena makan sesuatu yang terkena api
  • Berwudhu karena memikul jenazah
  • Berwudhu karena hilangnya akal dengan cara apa pun, seperti pingsan, gila, atau mabuk
  • Apakah bersuci merupakan syarat untuk menyentuh mushaf?
  • Berwudhu bagi orang junub yang hendak makan atau minum atau hendak berhubungan suami-istri lagi
  • Syarat wudhu dalam tawaf
  • Apakah orang tidak berwudhu boleh membaca al-Qur’an?

Bab Mandi

  • Siapakah yang wajib mandi?
  • Haruskah menggosokkan tangan ke seluruh tubuh atau cukup dengan menyiramkan air?
  • Apakah niat termasuk syarat bersuci?
  • Menyela-nyela kepala
  • Apakah faur (segera) dan tertib menjadi syarat mandi?
  • Pembatal mandi
  • Sebab wajibnya bersuci karena setubuh
  • Gambaran keluarnya mani
  • Masuk masjid bagi orang junub
  • Membaca al-Qur’an bagi orang junub
  • Perempuan haid sama dengan orang junub?
  • Ragam darah
  • Jumlah maksimal dan minimal masa haid
  • Jumlah maksimal dan minimal masa nifas
  • Apakah cairan kuning dan keruh itu haid?
  • Beberapa persoalan seputar haid, istihadhah, tanda, dan batasan waktunya
  • Apakah larangan karena haid?
  • Bersentuhan kulit dengan perempuan haid
  • Menyetubuhi wanita haid saat suci tapi belum mandi
  • Menyetubuhi istri saat haid
  • Menyetubuhi perempuan mustahadhah

Bab Tayammum

  • Apakah tayammum bisa menggantikan thaharah besar (mandi)?
  • Siapakah yang boleh tayammum?
  • Apakah mencari air menjadi syarat bolehnya tayammum karena tidak ada air?
  • Batas tangan yang diusap dalam tayammum
  • Jumlah tepukan pada debu untuk tayammum
  • Apakah yang boleh digunakan untuk tayammum?
  • Pembatal tayammum
  • Apakah tayammum batal karena keinginan melakukan shalat fardhu lain?
  • Apakah tayammum batal karena ada air?

Bab Bersuci dari Najis

  • Hukum bersuci dari najis
  • Ragam najis
  • Bangkai binatang yang tidak berdarah
  • Tulang dan bulu
  • Memanfaatkan kulit bangkai?
  • Darah ikan
  • Darah banyak seperti darah sedikit?
  • Kotoran binatang: kencing dan tinja
  • Najis sedikit
  • Apakah mani najis?
  • Apakah seluruh kemaluan harus dibasuh karena keluar madzi?
  • Benda penghilang najis
  • Apakah kencing bayi najis?
  • Syarat jumlah dalam mencuci najis
  • Adab istinja’
  • Menghadap atau membelakangi kiblat saat buang air besar atau kecil

Bab Shalat

  • Jumlah shalat wajib (bukan shalat fardhu)
  • Hukum sengaja meninggalkan shalat
  • Waktu shalat yang dianjurkan
  • Apakah waktu zhuhur dan ashar itu bersama?
  • Apakah shalat maghrib memiliki waktu yang diperlonggar seperti shalat-shalat lain?
  • Awal waktu shalat Isya’
  • Akhir waktu shalat Isya
  • Perempuan yang memasuki masa suci, orang kafir yang masuk Islam, dan anak-anak yang menjadi baligh
  • Waktu-waktu terlarang
  • Kalimat azan
  • Apakah ditambahkan “ash-shalâtu khairun min an-nawm” pada shalat fajar?
  • Apakah azan wajib?
  • Dua orang yang satu mengumandangkan azan dan satu lagi iqamah
  • Apakah syarat azan sama dengan syarat shalat?
  • Ucapan orang yang mendengar suara Mu‘adzin?
  • Iqamah wajib?
  • Gambaran iqamah
  • Apakah kaum perempuan wajib berazan?
  • Hukum sutrah (tabir)
  • Apakah menutup aurat merupakan salah satu fardhu shalat?
  • Batas aurat laki-laki
  • Batas aurat perempuan
  • Pakaian yang mencukupi bagi perempuan dalam shalat
  • Apakah pembantu (budak) boleh shalat dengan kepala terbuka?
  • Tempat yang boleh untuk shalat
  • Shalat di dalam biara dan gereja
  • Ucapan yang bukan bacaan shalat
  • Niat
  • Apakah niat makmum wajib sama dengan niat imam?
  • Takbir dalam shalat
  • Lafaz takbir
  • Basmalah di awal bacaan
  • Shalat tanpa bacaan shalat
  • Membaca Ummul Kitab dalam shalat: di setiap rakaat atau di sebagian shalat?
  • Membaca al-Qur’an dalam rukuk dan sujud
  • Apakah dalam rukuk dan sujud ada bacaan khusus?
  • Apakah tasyahud wajib?
  • Pilihan bacaan tasyahud
  • Salam dari shalat
  • Hukum qunut
  • Mengangkat kedua tangan dalam shalat
  • Cara duduk dalam shalat
  • Duduk pertengahan dan duduk akhir
  • Meletakkan satu tangan di atas tangan lain
  • Apakah meletakkan dua tangan sebelum dua lutut atau dua lutut sebelum dua tangan?
  • Sujud dengan tujuh anggota
  • Apakah sujud yang kurang dari tujuh anggotanya membatalkan shalat?
  • Sujud dalam ikatan sorban
  • Apakah shalat jamaah wajib bagi orang yang mendengar azan?
  • Siapakah yang paling layak menjadi imam?
  • Anak-anak menjadi imam
  • Orang fasik menjadi imam
  • Perempuan menjadi imam bagi laki-laki
  • Apakah imam mengucapkan amin setelah Ummul Kitab?
  • Kapankah imam bertakbir?
  • Mengingatkan imam ketika terhenti membaca
  • Barisan (shaf)
  • Dalam hal apakah makmum wajib mengikuti imam?
  • Shalat orang yang berdiri di belakang orang yang duduk
  • Orang yang bangun sebelum imam
  • Bagian shalat manakah yang ditanggung imam untuk makmum?
  • Jika imam junub dan jamaah baru mengetahui itu sesudah shalat
  • Hukum shalat Jum‘at
  • Siapakah yang wajib shalat Jum‘at?
  • Syarat shalat Jum‘at
  • Waktu shalat Jum‘at
  • Azan
  • Jumlah jamaah
  • Apakah boleh dua shalat Jum‘at dalam satu daerah berpenduduk? Apakah atap menjadi salah satu syarat masjid? Apakah salah satu syarat masjid adalah bahwa shalat Jum‘at dikerjakan dengan rutin di sana?
  • Rukun Jum‘at
  • Kadar cukup dalam khutbah
  • Duduk di antara dua khutbah
  • Hukum mendengarkan khutbah
  • Apakah akibat berbicara di tengah khutbah?
  • Apakah orang yang datang ketika imam di atas mimbar tetap melaksanakan shalat [sunnah]?
  • Bersuci untuk shalat Jum‘at
  • Kewajiban shalat Jum‘at bagi orang di luar daerah berpenduduk
  • Apakah jual-beli saat azan batal?
  • Adab Jum‘at
  • Mengqashar shalat bagi musafir
  • Hukum qashar
  • Jenis safar
  • Kapankah qashar berakhir?
  • Hukum menjamak shalat
  • Gambaran jamak
  • Jamak di rumah karena terhalang hujan
  • Jamak di rumah bagi orang sakit
  • Shalat khauf
  • Cara shalat khauf
  • Berdiri bagi orang sakit
  • Hukum hadats
  • Apakah lewatnya sesuatu memutus shalat?
  • Meniup dalam shalat
  • Tertawa
  • Shalat orang yang menahan buang air
  • Menjawab salam bagi orang yang shalat
  • Mengqadha shalat
  • Orang yang pingsan
  • Syarat qadha
  • Jika makmum datang ketika imam sudah turun rukuk
  • Makmum melengkapi shalat yang ketinggalan
  • Kapankah seseorang mendapatkan shalat Jum‘at?
  • Sujud sahwi: wajib atau sunnah?
  • Posisi sujud sahwi
  • Perkataan dan perbuatan yang menyebabkan sujud sahwi
  • Gambaran sujud sahwi
  • Makmum yang lupa di belakang imam, apakah ia bersujud sahwi?
  • Kapankah makmum melakukan sujud sahwi?
  • Terhadap orang yang lupa dalam shalat, apakah dibacakan tasbih?

Bab Shalat II (Shalat Sunnah)

  • Shalat witir
  • Waktu shalat witir
  • Qunut dalam shalat witir
  • Shalat witir di kendaraan dengan mengikuti arah kendaraan
  • Hukum dua rakaat fajar
  • Bacaan sunnah dalam dua rakaat fajar
  • Qadha shalat sunnah yang terlewat sampai shalat shubuh
  • Hukum shalat dua rakaat masuk masjid
  • Shalat malam bulan Ramadhan
  • Jumlah rakaat
  • Shalat gerhana matahari
  • Cara shalat gerhana
  • Waktu shalat gerhana matahari
  • Apakah khutbah sesudah shalat menjadi salah satu syarat shalat gerhana?
  • Shalat karena gempa, angin, gelap, dan tanda-tanda kekuasaan Allah lainnya berdasarkan qiyas dengan gerhana bulan dan matahari
  • Shalat istisqa’ (minta hujan)
  • Apakah khutbah sesudah atau sebelum shalat?
  • Shalat dua hari raya
  • Takbir
  • Mengangkat kedua tangan dalam setiap takbir
  • Siapakah yang harus menunaikan shalat dua hari raya?
  • Waktu shalat dua hari raya
  • Apakah cukup shalat hari raya tanpa shalat Jum‘at?
  • Orang yang ketinggalan shalat hari raya bersama imam
  • Waktu takbir pada Idul Fitri
  • Takbir setiap usai shalat pada hari-hari haji (Idul Adha)
  • Kapankah saat makan pada Idul Fitri?
  • Sujud tilawah

Bab Hukum Jenazah

  • Beberapa hukum saat sakaratul maut
  • Memandikan jenazah
  • Siapakah yang wajib dimandikan?
  • Muslim memandikan jenazah kafir
  • Orang yang boleh memandikan jenazah
  • Perempuan tak bersuami yang meninggal di tengah kaum laki-laki atau laki-laki tak beristri yang meninggal di tengah kaum perempuan
  • Hukum orang yang memandikan jenazah
  • Cara memandikan jenazah
  • Kafan
  • Mengiring jenazah
  • Berdiri menyambut jenazah
  • Cara shalat jenazah
  • Mengangkat kedua tangan
  • Bacaan dalam shalat jenazah
  • Salam dalam shalat jenazah: satu atau dua kali?
  • Di manakah posisi imam berdiri terhadap jenazah?
  • Orang yang ketinggalan sebagian takbir
  • Shalat di kuburan bagi orang yang ketinggalan shalat jenazah
  • Siapakah jenazah yang boleh dishalati?
  • Apakah bayi dishalati?
  • Menshalati bayi tawanan
  • Apakah bagian tubuh dishalati?
  • Jenazah di dalam masjid
  • Syarat shalat jenazah
  • Menguburkan jenazah
  • Memplester makam
  • Duduk di atas kuburan

Bab Zakat

  • Siapakah yang wajib zakat?
  • Apakah anak yatim wajib zakat?
  • Apakah ahlu dzimmah wajib zakat?
  • Zakat bagi pemilik nishab dengan utang yang menghabiskan hartanya
  • Tanah sewaan: siapakah yang wajib mengeluarkan zakat hasilnya?
  • Sudah mengeluarkan zakat tapi zakatnya hilang
  • Jika seseorang mati setelah wajib zakat
  • Hukum tidak mau membayar zakat tapi tidak mengingkari wajibnya zakat
  • Harta yang disepakati wajib dizakati
  • Perhiasan
  • Kuda
  • Unta, sapi, dan kambing yang bukan ternak
  • Sapi
  • Madu
  • Tumbuhan
  • Zaitun
  • Barang dagangan
  • Nishab perak
  • Nishab emas
  • Penggabungan emas dengan perak dalam zakat
  • Hukum dua orang yang berserikat
  • Barang tambang
  • Unta
  • Unta yang lebih dari seratus dua puluh
  • Jika tidak ada unta dengan usia yang wajib dizakatkan
  • Kambing ternak
  • Zakat biji-bijian
  • Nishab biji-bijian
  • Penggabungan satu sama lain biji-bijian dalam nishab
  • Bolehnya menilai nishab anggur dan kurma dengan taksiran
  • Apakah buah-buahan yang dimakan sebelum panen dihitung?
  • Bolehkah membayar zakat dengan harganya sebagai ganti dari bendanya?
  • Nishab barang dagangan
  • Waktu zakat
  • Barang tambang
  • Keuntungan dari harta (termasuk anak kambing)
  • Mengeluarkan zakat sebelum haul
  • Bolehkah seluruh zakat diberikan kepada satu golongan penerima zakat ataukah mereka berserikat tanpa boleh segolongan tertentu dikhususkan?
  • Apakah hak mu’allaf masih ada hingga kini?
  • Orang kaya yang boleh menerima zakat
  • Batasan kaya
  • Fi sabilillah
  • Kadar yang wajib diterima oleh mustahiq?

Bab Zakat Fitrah

  • Hukum zakat fitrah
  • Siapa yang wajib zakat fitrah
  • Berupa apakah zakatnya?
  • Kapankah zakat fitrah wajib?
  • Penerima zakat fitrah

Bab Puasa

  • Rukun puasa
  • Dua ekstrim zaman ini
  • Bila bulan tertutup mendung
  • Penyampaian berita
  • Setiap negeri melakukan rukyat?
  • Bolehkah makan bersambung dengan terbitnya fajar?
  • Sesuatu yang masuk ke dalam perut tapi tidak mengenyangkan
  • Mencium kemudian keluar mani
  • Mencium bagi orang berpuasa
  • Berbekam
  • Niat
  • Waktu niat
  • Apakah suci dari junub merupakan syarat sah puasa?
  • Orang yang boleh tidak berpuasa
  • Apakah puasa musafir sah?
  • Apakah berpuasa lebih utama daripada berbuka?
  • Sakit yang membolehkan tidak puasa
  • Hukum musafir yang tidak berpuasa
  • Menunda qadha puasa sampai datang Ramadhan lagi
  • Orang mati yang berutang puasa
  • Apakah kewajiban perempuan hamil dan perempuan menyusui yang tidak berpuasa?
  • Orang yang berbuka dengan setubuh secara sengaja pada bulan Ramadhan
  • Apakah hukum berbuka dengan sengaja sama dengan berbuka dengan setubuh dalam hal qadha dan kafarat?
  • Orang yang mengira bahwa matahari telah terbenam lalu berbuka, kemudian ternyata matahari belum terbenam, apakah ia wajib qadha?
  • Kewajiban kafarat bagi perempuan yang menggoda orang berpuasa
  • Apakah kafarat puasa berurutan seperti kafarat zhihar atau berupa pilihan?
  • Kadar pemberian makanan
  • Berulangnya kafarat karena berulangnya berbuka
  • Sunnah puasa

Bab Puasa II (Puasa Sunnah)

  • Hari yang dianjurkan untuk berpuasa

Bab I‘tikaf

  • I‘tikaf
  • Amalan khusus i‘tikaf
  • Tempat i‘tikaf
  • I‘tikaf bagi perempuan
  • Masa i‘tikaf
  • Syarat i‘tikaf
  • Batalnya i‘tikaf dengan selain setubuh
  • Memutus i‘tikaf tanpa udzur mewajibkan qadha

Bab Haji

  • Syarat keabsahan
  • Syarat kemampuan
  • Wakil haji
  • Apakah orang yang berhaji untuk orang lain baik masih hidup maupun sudah mati, disyaratkan sudah berhaji untuk dirinya sendiri?
  • Apakah pelaksanaan haji wajib sesegera mungkin atau boleh ditunda?
  • Apakah salah satu syarat wajib haji bagi perempuan harus bersama suami atau mahram?
  • Syarat ihram dan miqat haji
  • Tidak melakukan ihram dari miqat
  • Kapankah penduduk Makkah berihram untuk haji?
  • Umrah
  • Mengulang umrah dalam tahun yang sama
  • Apakah hal mubah yang dilarang karena ihram?
  • Bolehkah mengenakan celana ketika tak ada pakaian lain?
  • Pakaian bercelup merah dan bercelup za‘faran
  • Tata cara ihram bagi perempuan
  • Mengenakan sarung tangan bagi perempuan
  • Wewangian
  • Menggauli istri
  • Membuang kotoran rambut dan menghilangkan rambut
  • Kamar mandi
  • Berburu
  • Apakah orang berihram boleh makan hasil buruan orang yang sudah bertahallul?
  • Orang terpaksa
  • Pernikahan orang berihram
  • Haji tamattu‘
  • Mengubah niat dari ihram haji menjadi ihram umrah
  • Haji Qiran
  • Haji Ifrad
  • Manakah yang paling afdhal: ifrad, qiran, atau tamattu‘?
  • Mandi untuk ihram
  • Niat ihram
  • Apakah talbiyah harus dengan lafaz talbiyah Nabi?
  • Talbiyah perempuan
  • Apakah talbiyah rukun haji?
  • Kapankah orang berihram mengakhiri talbiyah?
  • Tawaf di Baitullah
  • Hukum berjalan cepat
  • Apakah penduduk Makkah yang berhaji harus berjalan cepat?
  • Sunnah tawaf
  • Syarat tawaf
  • Waktu boleh tawaf
  • Tawaf tanpa bersuci
  • Jumlah dan hukum tawaf
  • Cara sa‘i
  • Syarat sa‘i
  • Tertib sa‘i
  • Pergi menuju Arafah
  • Hukum wukuf di Arafah
  • Gambaran wukuf
  • Syarat wukuf
  • Orang yang berwukuf di Arafah setelah matahari tergelincir kemudian bertolak dari Arafah sebelum matahari terbenam
  • Kegiatan di Muzdalifah
  • Apakah wukuf di Muzdalifah setelah shalat shubuh dan mabit di sana termasuk sunnah atau fardhu haji?
  • Melontar jumrah
  • Melontar jumrah sebelum terbit fajar?
  • Orang yang mendahulukan apa yang Nabi saw. akhirkan atau sebaliknya
  • Bila kerikil tidak mengenai Jumrah Aqabah?
  • Waktu melontar tiga jumrah selama hari-hari tasyriq
  • Meninggalkan satu jumrah atau lebih
  • Ketentuan sanksi karena berburu
  • Apakah yang [denda] wajib karena membunuh buruan adalah harganya atau binatang ternak yang sepadan?
  • Ayat itu memberi pilihan atau urutan?
  • Perbandingan puasa dengan makanan
  • Orang yang sudah bertahallul membunuh binatang buruan di Tanah Haram
  • Binatang yang hidup di darat dan di air (amfibi) dihukumi sebagai binatang darat atau binatang air?
  • Apakah tumbuhan Tanah Haram mengakibatkan sanksi?
  • Hukum orang yang bercukur sebelum sampai di tempat bercukur
  • Apakah orang yang wajib fidyah karena menghilangkan gangguan [di kepala] disyaratkan harus sengaja?
  • Apakah kewajiban dalam fidyah karena gangguan [di kepala]?
  • Tentang orang yang memotong sebagian kuku, mencukur rambut tubuh, mencabut satu atau dua rambut kepala, atau mencabut dagingnya
  • Tempat fidyah
  • Apakah mencukur rambut kepala adalah bagian dari manasik haji atau sarana tahallul haji?
  • Kafarat haji tamattu‘?
  • Bila mendapatkan hadya
  • Bila mengerjakan puasa dalam perjalanan
  • Setubuh yang membatalkan haji
  • Mengeluarkan mani di selain farji
  • Bila sang suami-istri menunaikan haji pada tahun depan, apakah mereka harus berpencar?
  • Apakah hadya yang wajib disembelih karena setubuh?
  • Tertinggal wukuf di Arafah pada Hari Arafah
  • Apakah meninggalkan manasik mengharuskan dam?
  • Apakah salah satu syarat tawaf adalah berjalan jika mampu?
  • Apakah boleh mengendarai hadya yang wajib atau sunnah?

Bab Jihad

  • Hukum jihad
  • Siapakah yang wajib berjihad?
  • Izin kedua orang tua
  • Kaum yang diperangi
  • Perlakuan boleh terhadap musuh
  • Tawanan
  • Bolehkah memberi suaka kepada tawanan?
  • Penghuni biara yang mengucilkan diri dari masyarakat, orang buta, orang sakit berat, orang tua yang tidak sanggup berperang, orang lumpuh, pembajak tanah, dan buruh
  • Balasan yang sama
  • Menyerang kuda dengan manjaniq (alat pelempar)
  • Perlakuan boleh terhadap harta kaum musyrik
  • Syarat perang
  • Jumlah musuh yang tidak boleh membuat kita lari
  • Apakah gencatan senjata boleh?
  • Sampai kapankah mereka diperangi?
  • Seperlima ghanimah
  • Seperlima bagian pemimpin
  • Siapakah kerabat [Nabi]?
  • Siapakah yang mendapat bagian dari ghanimah?
  • Syarat yang membuat seorang pejuang wajib mendapat jatah ghanimah
  • Berapakah jatah wajib prajurit yang bertempur?
  • Bolehnya prajurit perang melahap makanan temuan
  • Hukuman pelaku ghulul
  • Pemimpin memberi tambahan pada jatah ghanimah orang yang dikehendakinya
  • Dari manakah tambahan itu boleh diambil?
  • Kadar yang boleh ditambahkan oleh pemimpin
  • Bolehkah menjanjikan tambahan sebelum perang?
  • Rampasan dari musuh yang terbunuh untuk prajurit yang membunuh
  • Orang kafir masuk Islam dan di tangannya terdapat harta seorang muslim, apakah harta itu menjadi sah miliknya?
  • Orang kafir harbi masuk Islam, berhijrah, dan meninggalkan anak, istri, serta hartanya di negeri harbi, apakah semua yang ditinggalkannya itu memiliki kehormatan?
  • Hukum tanah yang ditaklukkan oleh kaum Muslim melalui perang
  • Pembagian fai’
  • Apakah Ahlu Dzimmah wajib berzakat atas harta mereka?

Bab Sumpah

  • Bolehkah bersumpah dengan segala sesuatu yang diagungkan menurut syariat?
  • Apakah laghwu (sumpah yang tidak dianggap)?
  • Apakah kafarat untuk sumpah palsu [tentang masa lalu]?
  • Apakah kalimat “aku bersumpah” atau “aku bersaksi bahwa itu begini dan begini” termasuk sumpah?
  • Orang lupa dan orang terpaksa
  • Bersumpah dengan sesuatu yang maknanya lebih umum atau lebih khusus menurut adat
  • Niat orang yang bersumpah atau orang yang meminta sumpah
  • Kafarat
  • Kadar pemberian makanan
  • Syarat berturut-turutnya tiga hari [puasa kafarat]
  • Syarat jumlah orang miskin
  • Kapankah kafarat menghilangkan dosa?

Bab Nazar

  • Apakah nazar wajib dikerjakan?
  • Orang yang bernazar maksiat
  • Nazar untuk berjalan ke Baitullah
  • Orang yang bernazar untuk memberikan seluruh hartanya di jalan Allah

Bab Kurban

  • Apakah kurban wajib atau sunnah?
  • Macam kurban
  • Binatang yang jelas pincang, binatang yang jelas sakit, dan binatang yang sangat kurus
  • Kambing (kambing muda berusia 6 tahun lebih)
  • Jumlah kurban yang mencukupi untuk para pekurban
  • Menyembelih sebelum shalat
  • Menyembelih sebelum imam menyembelih
  • Waktu terakhir menyembelih
  • Malam-malam pada hari-hari kurban
  • Penyembelih
  • Hukum daging kurban
  • Bolehkah menjual daging kurban?

Bab Sembelihan

  • Binatang yang disembelih
  • Binatang tercekik, binatang terpukul, binatang terjatuh, binatang tertanduk, dan binatang diterkam binatang buas
  • Apakah sembelihan berpengaruh pada binatang yang haram dimakan, sehingga kulitnya menjadi suci?
  • Apakah tanda bahwa binatang telah mati?
  • Menyembelih induk berarti menyembelih janin?
  • Belalang dan binatang tak berdarah
  • Binatang yang berpindah-pindah di darat dan di air, apakah perlu disembelih?
  • Binatang apakah yang disembelih dengan cara nahr dan dengan cara dzabh?
  • Siapakah yang sah menyembelih?
  • Sembelihan Ahlul Kitab
  • Sembelihan orang Majusi
  • Sembelihan perempuan dan anak-anak

Bab Binatang Buruan

  • Hukum binatang buruan
  • Binatang jinak yang berlaku liar hingga tidak bisa ditangkap maupun disembelih, apakah boleh diburu?
  • Berburu dengan anjing hitam
  • Ragam binatang buas terlatih selain anjing

Bab Aqiqah

  • Hukum Aqiqah
  • Binatang aqiqah
  • Anak perempuan?
  • Jumlah aqiqah
  • Waktu aqiqah
  • Kepala bayi dilumuri darah hewan aqiqah?

Bab Makanan dan Minuman

  • Bangkai
  • Jallalah (binatang pemakan kotoran)
  • Najis yang bercampur dengan makanan halal
  • Burung buas
  • Binatang berkuku yang jinak, yaitu kuda, bagal, dan keledai
  • Binatang menjijikkan, seperti serangga, katak, kepiting, dan kura-kura
  • Binatang laut
  • Pembuatan minuman di semua wadah dan bejana
  • Penggunaan barang haram dalam keadaan darurat
  • Kadar bangkai dan lainnya yang boleh dimakan

Bab Nikah

  • Hukum Nikah
  • Lamaran Nikah
  • Lamaran di atas lamaran
  • Memandang wanita [yang dilamar]
  • Izin untuk dinikahkan
  • Lafaz nikah
  • Perkataan siapakah yang diperhitungkan bagi sahnya akad nikah?
  • Apakah majikan terhadap budaknya atau atau washi terhadap mahjurnya yang baligh boleh memaksa untuk menikah?
  • Keridhaan perempuan
  • Apakah kejandaan itu?
  • Bolehkah ayah memaksa anak laki-laki atau anak perempuannya yang masih kecil untuk menikah?
  • Bolehkah akad nikah disertai khiyar?
  • Lambatnya qabul dari salah satu pihak dalam akad
  • Apakah wali merupakan salah satu syarat sahnya nikah?
  • Syarat wali
  • Urutan wali nasab
  • Jika tidak ada wali aqrab (lebih dekat), apakah kewalian berpindah kepada wali ab‘ad (lebih jauh) atau kepada pemerintah?
  • Tidak hadirnya ayah bagi anak gadis
  • Jika para wali menghalangi
  • Kufu dalam agama
  • Apakah nasab termasuk dalam urusan kufu?
  • Merdeka dan mahar mitsli
  • Wali boleh menikahi perempuan di bawah kewaliannya untuk dirinya sendiri?
  • Apakah saksi atau pengumuman yang merupakan syarat nikah?
  • Apakah kesaksian merupakan syarat kesempurnaan atau syarat keabsahan nikah?
  • Hukum maskawin
  • Kadar mas kawin
  • Nikah atas dasar pengupahan
  • Tempo dalam pembayaran maskawin
  • Apakah setubuh menjadi salah satu syarat wajibnya membayar maskawin?
  • Bila suami dan istri berbeda pendapat tentang setubuh
  • Kapankah wajib membayar setengah maskawin?
  • Apakah ayah berhak memaafkan setengah mahar itu?
  • Nikah tafwidh (pernikahan tanpa mahar)
  • Jika suami meninggal sebelum menyebut maskawin dan sebelum menggauli istri
  • Mahar yang batal, seperti khamar atau babi
  • Maskawin diterima tapi mengandung cacat
  • Apakah yang dipertimbangkan dalam mahar mitsli?
  • Bila suami dan istri berselisih tentang penerimaan mas kawin: istri mengatakan belum menerima, sedangkan suami mengatakan sudah
  • Tempat akad
  • Halangan nasab
  • Perempuan yang haram dinikahi karena mushaharah
  • Apakah zina menyebabkan keharaman sebagaimana disebabkan oleh pernikahan?
  • Halangan susuan
  • Kadar air susu yang mengharamkan
  • Apakah disyaratkan bahwa air susu yang mengharamkan tidak bercampur dengan zat lain?
  • Apakah laki-laki pemilik air susu, yaitu suami dari perempuan yang menyusui, menjadi ayah bagi anak yang menyusu?
  • Kriteria perempuan yang menyusui
  • Menikahi perempuan pezina
  • Halangan jumlah
  • Istri lebih dari empat
  • Menghimpun dua perempuan saudara kandung
  • Menghimpun perempuan dengan bibinya
  • Halangan perbudakan
  • Pernikahan orang sakit
  • Halangan ‘iddah
  • Perempuan hamil yang menjadi tawanan
  • Jika seorang kafir masuk Islam dan memiliki lebih dari empat istri atau memiliki dua istri bersaudara [kandung]
  • Jika istri masuk Islam sebelum suami
  • Apakah nikah bisa dibatalkan karena cacat?
  • Cacat apakah yang bisa menyebabkan batalnya pernikahan?
  • Jika pembayaran mahar dipersulit
  • Jika suami mempersulit nafkah
  • Suami hilang yang tidak diketahui hidup atau matinya
  • Suami yang hilang di negeri perang
  • Khiyar budak perempuan yang dimerdekakan
  • Hak istri atas suami
  • Kapan wajib memberi nafkah?
  • Kadar nafkah
  • Nafkah untuk pelaku nusyuz dan budak perempuan
  • Hak suami atas istri dalam penyusuan dan pelayanan rumah
  • Apakah istri yang dicerai wajib menyusui?
  • Nikah syighar
  • Nikah mut‘ah
  • Penyertaan syarat dalam akad

Bab Talak

  • Ragam talak
  • Apakah yang mewajibkan talak ba’in?
  • Talak dengan ucapan “tiga”
  • Apakah perbudakan berpengaruh dalam mengurangi jumlah talak?
  • Talak sunni
  • Hukum talak pada masa haid
  • Kebolehan khulu‘
  • Kadar yang boleh digunakan oleh istri untuk mengajukan khulu‘
  • Kriteria kompensasi
  • Sebab khulu‘
  • Jenis khulu‘
  • Bolehkah suami menikahi istri yang dicerainya dalam masa ‘iddah dengan kerelaan istri?
  • Talak dengan tamlik atau takhyir
  • Lafaz talak
  • Apakah talak tergantung pada niat?
  • Habluki ‘alâ ghâribiki (Talimu di atas bahumu)” dan “Anti khaliyyah wa bariyyah (Engkau lepas dan bebas)”
  • Perkataan suami kepada istrinya: “Engkau haram untukku”
  • “Engkau kuceraikan insya Allah”
  • Menggantung talak dengan kehendak orang yang kehendaknya sah atau dengan syarat
  • Menggantung talak dengan kehendak orang yang tidak memiliki kehendak absah, seperti anak-anak dan orang gila
  • Jika suami mewajibkan talak kepada diri sendiri dengan syarat suatu perbuatan
  • Persoalan tab‘idh (talak sebagian)
  • Jika suami berkata: “Engkau kutalak tiga kecuali tiga”
  • Suami yang boleh menceraikan
  • Jika orang sakit menjatuhkan talak ba’in
  • Menggantung talak pada perempuan ajnabi (asing) dengan syarat menikah, seperti perkataan: “Jika aku menikahi si fulanah, ia kutalak”
  • Rujuk dalam talak raj‘i
  • Sarana rujuk
  • Bagian tubuh istri tertalak raj‘i yang boleh dilihat oleh suami
  • Hukum perempuan tertalak ba’in dengan talak tiga
  • Apakah digaulinya istri tertalak tiga yang terjadi dalam akad berfasakh dapat menghalalkan?
  • Nikah muhallil
  • Istri yang belum disetubuhi
  • ‘Iddah bagi istri yang sudah disetubuhi
  • Perempuan tidak haid yang masih dalam usia haid
  • Perempuan yang merasa hamil
  • ‘Iddah perempuan hamba sahaya
  • Budak perempuan tertalak yang menopause atau masih kecil
  • Hukum ‘iddah
  • ‘Iddah kematian
  • Wanita hamil yang ditinggal mati suami
  • Mut‘ah untuk istri pengaju khulu‘
  • Hukum dua juru penengah

Bab Ila’

  • Apakah istri tertalak karena habisnya masa empat bulan yang ditentukan?
  • Sumpah yang mewujudkan ila’
  • Hukum ila’ atas suami yang tidak menggauli istri tanpa didahului sumpah
  • Talak yang jatuh karena ila’
  • Jika suami tidak mau kembali kepada istri, apakah hakim menceraikannya?
  • Apakah istri yang diila’ mempunyai ‘iddah?
  • Ila’ budak

Bab Zhihar

  • Dasar hukum zhihar
  • Syarat wajib kafarat
  • Zhihar terhadap budak wanita
  • Bisakah istri menzhihar suami?
  • Hal haram bagi suami penzhihar istri
  • Apakah ila’ bisa masuk dalam zhihar
  • Kafarat zhihar
  • Apakah disyaratkan bahwa budak yang dimerdekakan harus muslim?

Bab Li‘an

  • Bentuk tuduhan penyebab li‘an
  • Waktu penafian kehamilan
  • Jika para saksi menegaskan zina istri, apakah suami boleh menuntut li‘an?
  • Gambaran suami-istri yang saling meli‘an
  • Hukum penarikan kata-kata salah satu pihak
  • Apakah suami boleh merujuk istrinya?
  • Apakah wajib pisah?
  • Jika kita katakan bahwa pisah telah terjadi, apakah itu fasakh atau talak?

Bab Ihdad

  • Hukum ihdad (berkabung)
  • Hal terlarang bagi perempuan berihdad

Bab Jual-Beli

  • Ragam jual-beli
  • Larangan syariat dalam jual-beli
  • Menjual barang najis
  • Najis yang terpaksa digunakan karena darurat
  • Menjual anjing dan kucing
  • Menjual air susu manusia
  • Penjualan bertempo dengan penambahan harga
  • Ragam riba dalam jual-beli
  • Apakah gandum dan jewawut sejenis?
  • Apakah daging yang tergolong satu jenis?
  • Menjual tepung dengan gandum
  • Barang olahan yang berasal dari barang berlarangan riba, seperti roti dengan roti
  • Kurma basah dengan kurma sejenis yang kering dengan kadar sama dan kontan
  • Menjual barang bagus dengan barang jelek, seperti dua takar kurma dan satu baju dengan tiga takar kurma dan satu dirham
  • Seseorang menjual barang dari orang lain dengan harga sepuluh dinar secara kontan, kemudian ia membeli barang itu darinya seharga dua puluh dinar dengan tempo
  • “Gugurkanlah dan percepatlah” (permintaan pembayaran utang yang belum jatuh tempo dengan barang yang diambil meskipun nilainya lebih murah daripada utang)
  • Menjual makanan sebelum diterima
  • Barang jualan yang disyaratkan sudah diterima dan yang tidak disyaratkan
  • Menjual sesuatu yang tidak dimiliki dan inilah yang disebut dengan ‘inah
  • Jual-beli haram yang disebut dalam syariat
  • “Aku jual rumah ini kepadamu sekian dengan syarat engkau jual budak ini kepadaku sekian” (dua jual-beli dalam satu jual-beli)
  • Menjual barang yang tidak hadir
  • Menjual ikan dalam kolam
  • Pengajuan syarat bersama jual-beli
  • Jual-beli terlarang karena unsur mudarat atau penipuan
  • Najsy adalah seseorang meninggikan harga penawaran padahal tidak bermaksud membeli dengan tujuan menguntungkan penjual dan merugikan pembeli
  • Menjual air
  • Larangan jual-beli saat imam di atas mimbar
  • Semua akad dan shalat pada waktu Jum‘at
  • Lafaz jual-beli
  • Apakah harus berpisah dari tempat akad?
  • Rukun penjual dan pembeli
  • Jual-beli fudhuli
  • Cacat yang berpengaruh terhadap akad
  • Tashriyah
  • Jika terjadi kecacatan
  • Jual beli bara’ah
  • Musibah
  • Menjual kebun kurma berisi buah

Bab Sharf (Tukar-Menukar)

  • Menjual emas dengan emas dan perak dengan perak
  • Pedang dan mushaf berhias perak dijual dengan perak berhiasan perak atau emas

Bab Salam

  • Salam (salaf)
  • Apakah boleh pembeli memercayai informasi penjual mengenai takaran dan tidak menakar ulang?

Bab Jual-Beli Khiyar

  • Apakah khiyar boleh?
  • Masa khiyar
  • Apakah khiyar bisa diwariskan?
  • Siapakah yang sah khiyarnya?

Bab Jual-Beli Murabahah

  • Ragam jual-beli
  • Apakah yang dihitung sebagai modal dan menjadi dasar penghitungan laba?
  • Jika barang dijual secara murabahah lalu ternyata harga [modal]-nya lebih rendah

Bab Jual-Beli ‘Ariyyah

  • Makna ‘Ariyyah

Bab Ijarah (Pengupahan dan Penyewaan)

  • Hukum ijarah
  • Manfaat yang boleh
  • Penyewaan tanah
  • Pengupahan pengajar al-Qur’an
  • Sewa pejantan
  • Pekerjaan tukang bekam
  • Pengupahan tanpa kadar pekerjaan yang jelas, seperti pemberian keledai kepada orang yang menyiramkan tanaman atau mencarikan kayu bakar
  • Jika masa ijarah tidak ditentukan awalnya atau ditentukan tapi tidak langsung berlaku setelah akad
  • Kadar masa ijarah
  • Mengupah buruh dengan makanan dan pakaian
  • Kapan penyewa wajib membayar sewa?
  • Seseorang menyewa binatang atau rumah dan sejenisnya, apakah ia boleh menyewakannya lagi dengan harga yang lebih tinggi daripada harga sewa yang dibayarnya?
  • Batalnya akad sewa
  • Matinya salah satu pihak pelaku akad
  • Orang yang menyewa binatang tunggangan ke suatu tempat kemudian melebihi tempat itu
  • Ganti rugi oleh pengrajin
  • Dokter yang pasiennya mati karena penanganannya
  • Jika pekerja dan pemberi pekerjaan berbeda pendapat tentang kriteria pekerjaan

Bab Ju‘l (Imbalan)

  • Pengertian ju‘l
  • Hukum ju‘l
  • Mugharasah

Bab Qiradh

  • Gambaran dan hukum qiradh
  • Media qiradh
  • Qiradh dengan uang emas dan perak
  • Menyuruh seseorang untuk menerima utang yang menjadi tanggungan orang lain dan menggunakannya dengan cara qiradh
  • Jika salah satu mensyaratkan laba untuk dirinya
  • Jika pekerja mensyaratkan semua keuntungan untuk dirinya
  • Jika pemilik modal mensyaratkan ganti rugi dari pekerja
  • Penunjukan sekelompok orang tertentu yang akan berdagang bersama si pekerja atau penetapan jenis barang tertentu
  • Konsekuensi-wajib akad
  • Apabila pekerja meninggal dunia
  • Apakah pekerja mendapat nafkahnya dari harta yang diqiradhkan?
  • Pekerja berhutang harta lalu menggabungkannya dengan harta qiradh
  • Hukum qiradh yang rusak
  • Perbedaan pendapat kedua pihak pelaku qiradh

Bab Musaqah

  • Bolehnya musaqah
  • Objek musaqah
  • Kewajiban pekerja
  • Waktu yang disyaratkan bagi bolehnya musaqah

Bab Syirkah

  • Bolehnya syirkah
  • Cara pembagian keuntungan
  • Syirkah mufawadhah
  • Syirkah abdan
  • Hukum syirkah yang sah

Bab Syuf‘ah

  • Pengertian
  • Syafi‘ (pelaku syuf‘ah)
  • Masyfu‘ fihi (objek syuf‘ah)
  • Dengan apakah syafi‘ melakukan pengambilan?
  • Berapakah syafi‘ mengambil?
  • Bagaimanakah pembagian masyfu‘ fih?
  • Syarat pengambilan secara syuf‘ah
  • Orang yang tidak ada
  • Waktu wajibnya syuf‘ah bagi orang yang hadir
  • Pewarisan hak syuf‘ah

Bab Qismah (Pembagian)

  • Dasar hukum qismah
  • Undian dalam qismah
  • Pembagian binatang dan benda [bergerak]
  • Jika benda [bergerak] lebih satu jenis
  • Pembagian manfaat
  • Hukum qismah
  • Jika terjadi utang
  • Apakah setiap pihak wajib mengganti apa yang rusak di tangannya walau tidak disebabkan olehnya?

Bab Gadai

  • Dasar hukum gadai
  • Penggadai
  • Syarat gadai
  • Penggadaian barang milik bersama
  • Sesuatu yang boleh menjadi marhun fih
  • Kebolehan gadai di perjalanan maupun di tempat tinggal
  • Pertumbuhan barang gadai
  • Apakah penerima gadai boleh memanfaatkan barang gadai?

Bab Hajru

  • Golongan orang-orang terhajru
  • Kapan anak-anak bebas dari hajru?
  • Anak laki-laki terlantar
  • Anak perempuan yatim yang tidak memiliki ayah maupun washi
  • Hukum perbuatan anak kecil
  • Talak pemboros yang baligh

Bab Pailit

  • Pailit menurut syariat
  • Hukum orang pailit
  • Utang orang pailit yang belum jatuh tempo, apakah menjadi halal dengan kepailitan atau dengan kematian?
  • Kadar harta yang dibiarkan untuk si pailit
  • Utang yang dibayarkan dan utang yang tidak dibayarkan
  • Orang pailit yang tidak memiliki harta sama sekali

Bab Shulhu

  • Hukum shulhu
  • Seseorang mengklaim sejumlah dirham atas orang lain, namun orang itu mengingkari klaimnya kemudian menshulhuinya (mengajaknya damai) dengan dinar secara tempo

Bab Kafalah (Penjaminan)

  • Definisi dan hukum kafalah
  • Hamalah dengan harta
  • Hamalah dengan nyawa (dikenal sebagai dhaman al-wajhi)
  • Bila disyaratkan nyawa, bukan harta
  • Bila penjamin dan terjamin hadir dan keduanya kaya
  • Waktu wajibnya kafalah
  • Jaminan terhadap orang mati berutang yang tidak meninggalkan harta cukup untuk melunasi utangnya

Bab Hiwalah (Pemindahan Utang)

  • Hukum hiwalah (pemindahan utang dari tanggungan pengutang kepada tanggungan orang lain)
  • Pertimbangan kerelaan muhal ‘alaih dan muhal
  • Syarat hiwalah
  • Bila muhal ‘alaih pailit

Bab Wakalah (Pewakilan)

  • Muwakkil (orang yang mewakilkan)
  • Wakil (orang yang mewakili)
  • Hal yang bisa diwakilkan
  • Wakalah umum
  • Kapan boleh meninggalkan wakalah?
  • Apakah wakalah batal jika orang yang mewakilkan meninggal dunia?
  • Jika seseorang menjadi wakil untuk membeli sesuatu, apakah ia boleh membelinya untuk diri sendiri?

Bab Luqathah (Barang Temuan)

  • Hukum memungut luqathah
  • Luqathah bagi orang sedang berhaji
  • Apakah luqathah itu?
  • Hukum luqathah
  • Hukum penyerahan luqathah
  • Kambing hilang
  • Jika luqathah adalah barang tidak bernilai
  • Apakah penemu boleh meminta ganti kepada pemilik barang atas biaya yang dikeluarkan untuk luqathah?
  • Anak temuan

Bab Wadi‘ah (Titipan)

  • Hukum wadi‘ah
  • Pemegang wadi‘ah wajib mengganti?

Bab Ariyah (Pinjaman)

  • Makna i‘arah (peminjaman)
  • Redaksi i‘arah
  • Apakah barang pinjaman merupakan barang tanggungan atau amanah?
  • Bila bersyarat penggantian
  • Hukum pemanfaatan barang pinjaman oleh peminjam dengan tidak merugikan orang yang meminjamkan

Bab Ghashab

  • Kewajiban pelaku ghashab
  • Hal yang terjadi pada barang ghashab
  • Pertumbuhan pada barang ghashab
  • Unta yang menyerang orang dan sebagainya yang membuat seseorang takut akan keselamatan dirinya sehingga membunuh unta itu
  • Apakah laki-laki yang memaksa zina perempuan wajib dihukum had dan membayar mas kawin atau tidak?

Bab Istihqaq (Kepemilikan Hak)

  • Jika barang mustahaq (objek kepemilikan hak) mengalami perubahan

Bab Hibah

  • Siapakah yang boleh memberikan hibah?
  • Barang yang dihibahkan
  • Hibah pahala
  • Hibah bersyarat hidupnya penerima hibah (ini disebut dengan ‘umra), seperti jika seseorang menghibahkan rumah tinggal kepada orang lain selama hidupnya

Bab Wasiat

  • Pemberi wasiat
  • Kepada siapakah wasiat boleh diberikan?
  • Kadar wasiat
  • Wasiat lebih dari sepertiga bagi orang yang tidak memiliki ahli waris
  • Orang berkewajiban zakat mati tanpa mewasiatkan zakat

Bab Fara’idh (Pembagian Warisan)

  • Apa sajakah kelompok ahli waris?
  • Hak waris istri
  • Hak waris ayah dan ibu
  • Ibu terhijab oleh saudara laki-laki
  • Hukum gharawain, yaitu tentang orang yang meninggalkan istri berserta dua orangtua atau suami beserta dua orangtua
  • Saudara seibu
  • Saudara seayah dan seibu
  • Saudara seayah dan seibu bersama satu atau beberapa anak perempuan
  • Saudara seayah
  • Saudara perempuan seayah dan seibu jika menggenapkan dua pertiga
  • Saudara seayah
  • Musytarikah, yaitu perempuan yang mati meninggalkan suami, ibu, saudara seibu, dan saudara seayah
  • Hak waris kakek
  • Masalah akdariyah, yaitu perempuan yang mati meninggalkan suami, ibu, saudara perempuan kandung, dan kakek
  • ‘Aul
  • Kharqa’, yaitu ibu, saudara perempuan, dan kakek
  • Hak waris nenek
  • Apakah nenek dari ayah terhijab oleh anak laki-lakinya, yaitu ayah?
  • Beberapa hijab
  • Radd
  • Apakah orang kafir mewarisi orang Islam?
  • Harta orang murtad
  • Pemberian warisan di antara agama yang berbeda-beda
  • Hak waris anak li‘an dan anak zina
  • Anak-anak zina
  • Penetapan nasab melalui qafah
  • Hak waris pembunuh
  • Ahli waris bukan muslim yang masuk Islam setelah pemberi waris mati

Bab Wala’ (Kekerabatan dengan Sebab Hukum)

  • Kepada siapakah kewajiban wala’?
  • Orang yang masuk Islam di tangan seseorang, apakah orang itu mendapat wala’nya?
  • Perempuan dan wala’
  • Apakah yang diwariskan karena wala’?

Bab ‘Itqu (Pemerdekaan Budak)

  • Siapakah yang sah memerdekakan budak?
  • Orang yang memerdekakan sebagian budak (seorang budak milik dua orang dan salah satu pemilik memerdekakan bagiannya)
  • Jika tuan berkata kepada budaknya: wahai anakku, wahai ayahku, atau wahai ibuku
  • Anak dan status budak ibu

Bab Kitabah (Pemerdekaan Budak melalui Perjanjian)

  • Akad kitabah
  • Tempo
  • Apakah kebaikan yang Allah syaratkan ada pada budak mukatab?
  • Kapankah budak mukatab bebas dari perbudakan?
  • Apakah budak mukatab boleh menikah atau bepergian tanpa izin tuannya?
  • Tuan menggauli budak mukatabah
  • Menjual budak mukatab

Bab Tadbir

  • Tadbir adalah jika tuan berkata kepada budaknya: “Engkau merdeka setelah aku mati”
  • Tadbir dan wasiat
  • Dari harta manakah budak mudabbar merdeka ketika tuan mudabbir mati?
  • Apakah tuan mudabbir boleh menjual budak mudabbarnya?

Bab Ummul Walad (Budak Hamil Anak Tuan)

  • Apakah ummul walad boleh dijual?
  • Kapankah budak menjadi ummul walad?

Bab Jinayat (Pidana)

  • Jinayat berhukuman had menurut syariat

Bab Qishash

  • Pembunuh yang dijatuhi hukuman qishash
  • Jika pembunuhan dilakukan oleh orang yang sengaja dan orang yang tidak sengaja atau orang mukallaf dan orang bukan mukallaf
  • Pembunuhan itu dua macam: sengaja dan tidak sengaja. Apakah macam pembunuhan lain di antara keduanya?
  • Syarat korban terbunuh yang mewajibkan hukuman qishash
  • Jika orang merdeka membunuh budak secara sengaja
  • Jika orang mukmin membunuh orang kafir dzimmi
  • Orang banyak dihukum mati karena membunuh satu orang
  • Laki-laki dihukum mati karena membunuh perempuan
  • Hak pemegang darah
  • Siapa yang berhak memaafkan
  • Bentuk qishash pembunuhan
  • Pembunuh dengan racun

Bab Jirah (Pelukaan)

  • Syarat orang yang melukai
  • Jika orang banyak memotong satu anggota tubuh
  • Batasan baligh
  • Orang yang dilukai
  • Hal wajib karena melukai dengan sengaja
  • Apakah orang yang dilukai boleh memilih antara menuntut qishash dan menerima diyat atau tidak punya pilihan selain qishash kecuali jika keduanya berdamai atas diyat?
  • Jika pencuri mati karena dipotong tangannya

Bab Diyat

  • Kapankah diyat wajib?
  • Kadar diyat
  • Kapankah diyat wajib?
  • Siapakah ‘aqilah itu?
  • Individu
  • Diyat pembunuhan janin
  • Tanda yang menunjukkan gugurnya janin dalam keadaan hidup atau mati
  • Bentuk janin yang mewajibkan ghurrah
  • Siapakah yang wajib membayar ghurrah?
  • Siapakah yang berhak menerima ghurrah?
  • Kewajiban kafarat dalam pembunuhan janin
  • Tanggung jawab pengendara, pengemudi, dan penuntun
  • Dua penunggang kuda yang saling bertabrakan lalu keduanya mati
  • Jika dokter membunuh pasien dengan tak sengaja
  • Kafarat
  • Memperberat diyat pada Bulan Haram dan di Tanah Haram
  • Luka di kepala
  • Diyat luka di kepala
  • Muwadhdhihah
  • Hasyimah
  • Munqilah
  • Ja’ifah
  • Diyat anggota tubuh
  • Kedua bibir
  • Zakar yang sehat
  • Orang yang memukul mata seseorang hingga menghilangkan sebagian pandangannya
  • Jari
  • Diyat perempuan dalam luka kepala
  • Pelukaan dan pemotongan anggota tubuh budak

Bab Qasamah (Sumpah Mendakwa Pembunuhan)

  • Wajibkah memutuskan hukum berdasarkan qasamah?
  • Apakah konsekuensi wajib berdasarkan qasamah?

Bab Hukum-Hukum Zina

  • Batasan zina
  • Budak wanita digauli oleh laki-laki yang memiliki bagian pada budak itu
  • Laki-laki pejuang menggauli budak perempuan di antara harta ghanimah
  • Laki-laki menggauli budak perempuan istrinya
  • Laki-laki menggauli perempuan bayaran
  • Ragam had
  • Hukum budak yang berzina
  • Apakah yang dapat membuktikan perbuatan zina?
  • Jumlah pengakuan yang mewajibkan had
  • Penetapan zina berdasarkan kesaksian
  • Perempuan yang dipaksa zina

Bab Qadzaf (Tuduhan Zina)

  • Pengqadzaf
  • Qadzaf yang mewajibkan had
  • Hal yang menghindarkan pengqadzaf dari had
  • Had
  • Gugurnya had qadzaf
  • Gugurnya kesaksian pengqadzaf

Bab Minum Khamar

  • Minuman memabukkan
  • Kadar had wajib
  • Penetapan perbuatan minum khamar dengan bau

Bab Sariqah (Pencurian)

  • Pengertian sariqah
  • Syarat nishab
  • Barang curian
  • Apakah ada penggabungan antara ganti rugi dan potong tangan?
  • Letak pemotongan
  • Jika pemilik barang memaafkan pencuri
  • Apakah dasar penetapan perbuatan mencuri?

Bab Hirabah (Perampokan)

  • Dasar hukum hirabah
  • Apakah hal wajib atas pelaku hirabah?
  • Apakah ayat ini memberi pilihan atau urutan sesuai dengan kadar kejahatan pelaku hirabah?
  • Penyaliban mereka
  • Tobat yang menggugurkan hukuman
  • Apakah yang digugurkan oleh tobat?
  • Hukum pelaku hirabah berdasarkan takwil

Bab Hukum Orang Murtad

  • Hukuman riddah (kemurtadan)
  • Hukuman tukang sihir

Bab Aqdhiyah (Peradilan)

  • Siapakah yang boleh menjadi hakim?
  • Sahnya putusan orang yang diterima oleh kedua belah pihak padahal ia bukan pemerhati hukum
  • Pengetahuan tentang objek putusan
  • Apakah apa yang diputuskan oleh hakim bisa dianggap halal oleh penerima putusan meskipun itu tidak halal pada dirinya?
  • Hal yang menjadi dasar putusan
  • Saksi yang diterima
  • Kesaksian orang kafir
  • Tertolaknya kesaksian orang adil karena kecurigaan akibat rasa cinta
  • Kesaksian perempuan berindividu-individu
  • Kesaksian satu orang perempuan
  • Sumpah
  • Keputusan berdasarkan sumpah beserta seorang saksi
  • Keputusan hakim berdasarkan pengetahuannya
  • Keputusan hakim untuk tertuduh terhadapnya
  • Putusan terhadap kafir dzimmi
  • Cara membuat putusan
  • Kapan hakim membuat keputusan?
Additional information

Additional information

Weight 620 g
Dimensions 23 × 15 × 3.4 cm
Reviews (0)

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Ringkasan Bidayatul Mujtahid”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *